Saat ini ada 0 anggota dan 2 tamu yang online.

berbalas pantun

Padat tembaga jangan dituang,
Kalau dituang melepuh diri,
Adat Lembaga jangan dibuang,
Kalau dibuang Binasa Neger,

Hikmah Idul Adha

Hari raya Idul Adha atau lebih dikenal dengan hari raya Qurban adalah sebuah ajaran yang di Turunkan mulai dari Nabi Ibrahim Alaihissalam dan disempurnakan Oleh Nabi Muhammad Salallahu Alaih Wassalam. Ibadah Qurban merupakan pencerminan terhadap kasih sayang dan kepedulian sesama manusia.

Banyak hikmah yang baik terkandung dalam peringatan Hari Raya Idul Adha, Dilihat dari sisi Nabi Ibrahim, materinya sudah sangat jelas. Idul Adha (Idul Qurban) adalah refleksi pengalaman Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Pengalaman ayah dan anak terekam jelas dalam Alquran (QS Ash Shaaffaat [37]: 99-113). ”Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.” (QS 37: 102). Karena kesabaran dan ketaatan keduanya, Allah SWT berkenan mengganti Ismail dengan seekor domba. Tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang. Setiap tahun kita berkurban domba, sapi, atau unta, dan mengabadikannya menjadi hari raya Idul Adha (Idul Kurban).
Apa hikmahnya bagi kita? Pada masa Nabi Ibrahim hidup, sekitar 4300 tahun lalu, menjadikan manusia sebagai sesaji adalah hal biasa. Di Mesir kuno, setiap tahunnya selalu dilaksankan kontes kecantikan, dan yang terpilih akan ditenggelamkan di Sungai Nil sebagai persembahan kepada dewa. Di Mesopotamia (Irak) yang dijadikan sesaji adalah bayi. Di Aztek, yang dijadikan sesaji adalah para pemuka agama. Digantinya Ismail dengan seekor domba menandai lahirnya revolusi besar dalam sejarah peradaban manusia, yaitu dihapuskannya pengorbanan manusia. Manusia itu terlalu mahal untuk dikorbankan. Hikmahnya, kita harus menghormati manusia, jangan mengorbankan manusia, bahagiakan manusia, dan bantu mereka yang membutuhkan bantuan.
Idul Adha adalah momentum menumbuhsuburkan rasa rasa kasih sayang di antara sesama. Idul Adha harus kita manfaatkan sebagai momentum menyambungkan tali silaturahmi, melatih kepekaan, empati, dan mengikis kebencian di hati. Inilah pesan indah yang dicanangkan dua manusia agung; Ibrahim Khalilullah dan Muhammad SAW. Wallaahu a’lam Bishawab... (dikutip dari darulhikmah.infopanti.org )

Komentar

Avatar hendri

info yang bagus...semoga kita bisa mengambil hikmah didalam ibadah ini

Kirim komentar

Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Ketikkan karakter yang anda lihat diatas, jika tidak terbaca, submit saja form ini dan gambar baru akan ditampilkan,